Skip to content

HUKUM PATUNG DAN GAMBAR DALAM ISLAM

Maret 29, 2009

PatungSuatu hal yang tidak diragukan lagi adalah; bahwa semua persoalan-persoalan semua masalah gambar dan menggambar yang dimaksud adalah gambar-gambar yang dipahat atau dilukis. Adapun masalah gambar yang diambil dengan menggunakan sinar matahari atau yang kini dikenal dengan nama fotografi, maka ini adalah malah baru yang belum pernah terjadi pada masa atau zaman Rasulullah SAW dan ulama-ulama salaf, oleh karena itu, apakah hal ini dapat dipersamakan dengan hadist-hadist yang membicarakan masalah melukis dan pelukisnya, seperti dalam hal ini ada sebuah hadist yang menerangkan bahwa Jibril a.s. pernah minta ijin kepada Rasulullah SAW. Untuk masuk rumahnya kemudian Nabi SAW. Berkata kepada Jibril a.s.: “Masuklah! Tetapi,Jibril menjawab: Bagaimana saya masuk sedang di dalam rumahmu itu ada gorden yang penuh gambar! Tetapi, kalau engkau tetap akan memakainya, maka putuskanlah kepalanya atau potonglah untuk di buat bantal atau buatlah tikar.” (Riwayat Nasa’I dan Ibnu Hibban)

Jibril pernah tidak mau masuk rumah Nabi SAW. Karena di depan pintu rumahnya ada patung, hari berikutnya Jibril tetap tidak mau masuk sehingga ia mengatakan kepada Nabi SAW.: “Perintahkan untuk memotong kepala patung itu, sehingga menjadi seperti kepala pohon” (Riwayat Abu Daud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban).

“Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya nanti pada hari kiamat ialah orang-orang yang menggambar” (Riwayat Muslim)

“Singkirkanlah gorden itu dariku karena gambar-gambarnya selalu tampak dalam shalatku” (Riwayat Bukhari)

Terhadap orang yang membuat patung atau gambar Rasulullah pernah bersabda:

“Siapakah orang yang lebih berbuat zalim selain orang yang bekerja membuat seperti ciptaan-Ku? Oleh Karena itu cobalah mereka membuat biji atau zarrah (Hadist qudsi. Riwayat Bukhari dan Muslim)

Orang –orang yang berpendirian bahwa haramnya gambar adalah terbatas pada yang berjasad (patung), maka foto bagi mereka bukan apa-apa, lebih-lebih kalau tidak sebadan penuh. Tetapi, orang yang berependapat lain, apakah foto semacam ini dapat dikiasakan dengan gambar yang dilukis dengan menggunakan kuas? Atau apakah barangkali illat (alasan) yang telah di tegaskan dalam hadist masalah pelukis, diharamkannya melukisa lantaran menandingi ciptaan Allah – tidak dapat diterapkan pada fotografi ini? sedangkan menurut ahli-ahli usul fiqih kalau illatnya itu tidak ada, yang dihukum pun (ma’lulnya) tidak ada.

Jelasnya persoalan ini adalah seperti yan pernah difatwakan oleh syekh Muhammad Bukhait, mufti Mesir, bahwa fotografi itu merupakan penahanan bayangan dengan suatu alat yang telah dikenal dengan tehnik “Tustel” atau “Camera”. Cara ini sedikitpun tidak ada larangannya. Larangan menggambar adalah mengadakan gambar yang semula tidak ada dan belum dibuat sebelumnya yang bisa menandingi (makhluk) ciptaan Allah, sedang pengertian semacam ini tidak terdapat pada gambar yang diambil dengan alat tustel.

Dan ada beberapa kesimpulan hukum mengenai gambar dan yang menggambar sebagai berikut :

  1. Jenis gambar yang sangat di haramkan adalah gambar yang disembah selain Allah, seperti Isa al-Masih dalam agama Kristen. Gambar seperti ini dapat membuat pelukisnya kufur kalau dia lakukan itu dengan penuh pengetahuan dan kesengajaan. Begitu juga dengan pembuat patung, dosanya akan sangat besar apabila dimaksudkan untuk diagung-agungkan dengan cara apapun. Termasuk juga terlibat dalam dosa, orang-orang yang bersekutu dalam hal tersebut.
  2. Termasuk juga berdosa orang yang melukis sesuatu yang tidak disembah, tatapi bertujua untuk meandingi ciptaan Allah. Yakni dia beranggapan dapat membuat model baru dan membuat seperti pembuatan Allah. Hal ini dapat membuat kufur, hal ini, tergantung pada niat pelukisnya sendiri.
  3. Di bawah lagi termasuk patung-patung yang tidak disembah, tapi untuk diagung-agungkan, seperti patung raja-raja, kepala Negara, atau para pemimpin yang dianggap keabadian mereka itu dengan didirikan monument-monumen yang dibangun dilapangan-lapangan dan sebagainya. Dosanya sama saja, baik patung itu setengah badan atau sebadan penuh.
  4. Di bawahnya lagi patung binatang-binatang dengan tidak ada maksud untuk disucikan atau diagung-agungkan, dikecualikan patung mainan anak-anak dan yang terbuat dari bahan makanan seperti manisan dan sebagainya.
  5. Selanjutnya, ialah di papan yang oleh pelukisnya atau pemiliknya sengaja diagung-angungkan seperti gambar para penguasa, dan pemimpin, lebih-lebih kalau gambar itu dipancangkan atau digantung. Lebih kuat lagi haramnya apabila yang digambar itu orang zalim, ahli fasik dan golongan anti Tuhan. Mengagungkan mereka ini berarti meruntuhkan Islam.
  6. Di bawah itu ialah gambar binatang yang tidak bermaksud untuk diagung-agungkan , tetapi dianggap sebagai suatu pemborosan, misalnya, gambar di dinding dan sebagainya. Ini hanya termasuk yang dimakruhkan.
  7. Adapun gambar pemandangan, misalnya, pepohonan, kurma, lautan, perahu, gunung, dan sebagainya, tidak ada dosa sama sekali baik si pelukis atau yang menyimpannya, selama gambar tersebut tidak menjauhkan pemilik nya dari ibadah dan pemborosan. Kalau sampai demikian, maka hukumnya makruh.
  8. Adapun fotografi pada prinsipnya mubah, selama tidak mengandung objec yang diharamkan, seperti disucikan oleh permiliknya secara keagamaan atau disanjung-sanjung secara keduniaan. Lebih-lebuh kalau yang disanjung itu orang-orang fasik, misalnya golongan penyembah berhala, komunis, dan seniman-seniman yang telah menyimpang.
  9. Terakhir, apabila patung dan gambar yang diharamkan itu bentuknya telah diubah dan direndahkan (dalam bentuk gambar), maka dapat pindah dari lingkungan haram menjadi halal. Seperti gambar-gambar di lantai yang bias diinjak-injak oleh kaki dan sandal.

Semoga bermanfaat. Dan sekiranya ada sanggahan atau tambahan lain yang dapat memberi tambahan kebaikan pada tulisan ini, mohon dengan sangat agar memberitahukan kepada kami. Terima kasih.

Diringkas dari kitab Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi, kitab Halal Dan Haram dalam Islam. Bab: (IV) Dalam Rumah. Perihal Gambar dan Patung. Hal. 129-158.

About these ads
10 Komentar leave one →
  1. Maret 30, 2009 11:07 am

    saya tarik kesimpulan ya. ini berarti yang dilarang adalah gambar yang sifatnya mengagungkan orang yang digambar tersebut, haram karena pengagungan semacam itu menjadi syirik. kalau patung memang tak pernah menjadi mubah, karena membuat patung itu seperti membuat berhala. sesuatu yang di agungkan dan disembah. so haram juga.
    syukron.

  2. April 4, 2009 5:03 am

    wah ini mah bermanfaat banget postingannya,bang
    aduh……senang rasanya bluethunder kedatangan abang lagi. blue pikir sudah lupa sama blue……..heheh.
    salam hangat dalam dua musimnya blue
    selamat berakhir pekan bang

  3. Juni 9, 2009 10:52 am

    Setahu saya gambar yg gk boleh tu gambar yg menyerupai makhluk cptaan allah,makax di stilasi biar gk menyerupai,… Bener gak?komen blik ya

  4. bagus permalink
    Juni 22, 2009 10:55 pm

    asslmlkm,..
    saya mau bertanya ???
    saya sangat suka sekali menggambar kartun atau kadang melanjutkan pembuatan komik pribadi ,bahkan saya pernah membuat sebuah filem pendek animasi 3d (6menit). bahkan saya bercita-cita menjadi seorang animator dan saya punya bakat dibidang ini…..sudah satu bulan ini saya takut melanjutkan hobi saya ini!!!karena saya belum tahu tentang hukumnya ini!!dan pertanyaannya baik atau burukkah cita-cita saya ini ?apakah yang saya harus lakukan selanjutnya???
    mohon dengan sangat solusinya???terima kasih .

  5. riana permalink
    Juni 28, 2009 10:26 am

    syukran sebelumnya,,,, coz materi ini bermanfaaat buat saya tuk presentasi….
    weiist tapi dirumah masih ada sajadah yang bsr n senganja utk dipajang n itu suvenir dr ma2 n bapk sedang pergi haji,,, yang jadi pertnyaan gambarnya itu makhluk hidup…. ya gambarnya onta dan kawan2.. mendengr cerita yang ditulis ngeri rasanya,,,, jikaa itu diharamkannnnn

  6. Agustus 24, 2009 11:45 am

    wah postingan yang memberikan wawasan
    selamat berpuasa

  7. Agustus 27, 2009 2:24 pm

    malam bang
    met puasa yah
    salam hangat selalu

  8. Ayu permalink
    September 8, 2009 7:39 am

    saya pelukis. saya memang pernah dikritik oleh teman-teman muslim waktu SMA karena saya membuat gambar orang. mereka berpendapat saya telah berbuat zalim kepada Alloh padahal saya sangat mensyukuri bakat ini, dan tidak bermaksud menandingi Alloh…saya rasa perlakukan seperti tidak adil.

  9. Oktober 1, 2009 9:42 am

    Assalamu’alaikum…

    Subhanallah…skrg saya tw..

    Jd nyesel nge fans sm adolf hitler dan menaruh foto2nya dmn2…wlwpun ga da mxd mnyembah,ttp Saya sdar klo tndakan Saya bs brdampak mengaggungkan..
    Syukran…

    Wassalamu’alaikum…

  10. deasy permalink
    Oktober 14, 2009 7:33 am

    Saya mau tanya dong, saya berjualan kue ulang tahun, yang hiasannya kadang kadang ada kupu kupu, kumbang, kelinci dll. apakah itu haram ? dan kalo membuat patung kaya orang tapi persi yang tidak mirip dan terbuat dari gula atau coklat apakah hukumnya ? mohon jawabannya. Terimakasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: