Skip to content

Ketika Allah menjadi alasan paling utama…

Oktober 28, 2008

Sahabat-sahabat, ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan untuk menikah dan menyegerakannya.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah. Aku tidak banyak bertanya tentang calon istriku, aku jemput dia di tempat yang Allah suka, dan satu hal yang pasti, aku tidak ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan Allah. Sehingga aku
nikahi seorang wanita tegar dan begitu berbakti kepada suami.

Ketika Allahmenjadi alasan paling utama, maka aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan istriku. Dan sekuat tenaga pula, aku mencoba membahagiakan dia.
Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka menetes air mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan istriku, yang rasanya sulit aku tandingi.
Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka akupun berdoa, Yaa Allah, jadikan dia, seorang wanita, istri dan ibu anak-anakku, yang dapat menjadi jalan menuju surgamu. Amin.

Sahabat-sahabat, kalau Allah menjadi alasan paling utama untuk menikah, maka seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari yang cocok, yang ideal, yang menggetarkan hati, yang menentramkan jiwa, yang…..yang.
…yang……dan 1000 “yang”……lainnya…..Karena semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan. Niatkan semua karena Allah dan harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.
Sahabat-sahabat, ketika usiaku 25 tahun, aku sudah memiliki niat untuk menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup. Karena itu, aku meminta jodoh kepada Allah dengan banyak kriteria. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.
Ketika usiaku 30 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku menikah? Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang jodoh kepada Allah. Rupanya masih terlalu banyak. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 35 tahun, aku bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus menikah. Saat itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta kepada Allah soal jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi kriteria yang selama ini menghambat niatku untuk segera menikah, dengan bercermin pada diriku sendiri.

Ketika aku minta yang cantik, aku berpikir sudah tampankah aku?
Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah cukupkah hartaku?
Ketika aku minta yang baik, aku berpikir sudah cukup baikkah diriku?
Bahkan ketika aku minta yang solehah, bergetar seluruh tubuhku sambil berpikir keras di hadapan cermin,
sudah solehkah aku?

Ketika aku meminta sedikit….. Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat jasmani dan rohani dan mau menerima aku apa adanya, masih belum ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan niatku.
Dan ketika aku meminta sedikit…sedikit. ..sedikit. ..lebih sedikit….. Ya Allah, siapapun wanita yang langsung menerima ajakanku untuk menikah tanpa banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allah pun mulai menujukkan tanda-tanda akan mengabulkan niatku untuk segera menikah. Semua urusan begitu cepat dan mudah aku laksanakan. Alhamdulillah, ketika aku meminta sedikit, Allah memberi jauh lebih banyak. Kini, aku menjadi suami dari seorang istri yang melahirkan dua orang anakku.

Sahabatku, 10 tahun harus aku lewati dengan sia-sia hanya karena permintaanku yang terlalu banyak. Aku yakin, sahabat-sahabat jauh lebih mampu dan lebih baik daripada yang suadh aku jalani. Aku yakin, sahabat-sahabat tidak perlu waktu 10 tahun untuk mengurangi kriteria soal jodoh. Harus lebih cepat!!! Terus berjuang saudaraku, semoga Allah merahmati dan meridhoi kita semua. Amin…

Cerita dari milis…

Menurutku segala sesuatu akan lebih menarik dan lebih menyenagkan jika semuanya dipasrahkan dan diniatkan karena Allah semata…. Tugas kita hanya berusaha dan berdo’a, untuk selebihnya serahkan saja semua pada-Nya, bukankah Allah lebih mengetahui mana yang terbaik untuk kita….. sekali lagi semoga cerita ini dapat memberi manfaat…. Dan untuk yang belum menikah…. Semangat Broo… !!!

10 Komentar leave one →
  1. Oktober 29, 2008 4:45 am

    assalamu’alaikum wrwb..

    hanya niat lillahita’ala..semoga pernikahannya barokah..

  2. Oktober 29, 2008 11:07 am

    Sebenarnya pernikahan adalah sebuah pilihan atau kan sudah ditentukan sebagai takdir Allah kepada umatnya
    byme

  3. arifrahmanlubis permalink
    Oktober 30, 2008 1:02 am

    assalamualaikum wr wb

    jika tujuannya adalah menaati Allah dan mencari keridhaanNya. insyaAllah pernikahan akan barakah. jika sudah barakah, maka bahagianya lebih hebat dari yg kita duga.

    mau nikah ni bro?

    salam silaturrahmi

  4. Oktober 30, 2008 9:00 am

    seman9aaddd…!!

    karna hanya ALLAH lah yan9 maha ba!k,dan aku percaya bahwa ALLAH akan memberikan y9 terba!k,tidak hanya menurutQ tapi menurutNYA..

    makasih uda sin99ah di ~harumhutan~

  5. Oktober 30, 2008 11:09 am

    Nikah … Sederhana tapi Meaningfull ..

  6. Oktober 31, 2008 1:08 pm

    niatkan lillahi ta’ala, dan gapai ridhaNya…😀

  7. November 6, 2008 9:17 am

    aku sudah niat mas…aku juga gak minta terlalu banyak…cuma aku lagi menyelesaikan masalah keuangan di tempatku bekerja dahulu…mohon do’anya juga ya agar cepet menikah…syukron..🙂

  8. November 10, 2008 4:42 pm

    kapan ya gw nikah ? hiks ….

  9. luq permalink
    Desember 1, 2008 3:00 am

    uhm,.. nasehat yang bagus namun,.. (argghhh,..)

    ikhlas, salah satu kuncinya (mungkin)
    secara masih dalam pencarian juga,..🙂

    luq
    doa sang pencinta @ http://www.nurhattaluqmansidiq.wordpress.com

  10. abie permalink
    Desember 18, 2008 8:43 am

    segera mengUrangi krIteria caLon Suami,,,he,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: