Skip to content

HALLOWEEN Day ..!!

Oktober 31, 2008

Tiap menjelang akhir Oktober, keluarga di Amerika dan negara Barat lainnya sibuk mepersiapkan busana apa yang kan mereka kenakan pada saat perayaan Halloween di malam tanggal 31 oktober, perayaan Holloween  atau bisa di sebut Halloween Day yang berasal dari barat sekarang ini telah juga di rayakan oleh keluarga-keluarga Indonesia, walau masih tebatas pada keluarga-keluarga selebritis dan juga keluarga ekspatriat yang tinggal di kota- kota besar. Seperti juga perayaan Valentine Day, sekarang ini perayaan Halloween menjadi komonitas hiburan yang sangat menggiurkan, kapan pastinya perayaan ini masuk ke Indonesia tak ada yang tau pasti.

Bermula dari tradisi pagan masyarakat Celtik, dulu mendiami Irlandia, Skotlandia dan daerah sekitarnya, yang percaya bahwa hari terakhir bulan Oktober para arwah orang yang sudah mati akan gentayangan di Bumi. Tradisi Bangsa Celtik ini sebenarnya bukan asli dari bangsa Celtik melaikan hasil adopsi dari bangsa Romawi yang pernah menjajah bagsa Celtik di abad pertama masehi. Kebiasaan merayakan Holoween dibawa ke Amerika oleh para imigran Irlandia yang mengalami bencana kelaparan di tahun 1840-an. Tradisi trick-or-treat dipercaya barasal dari budaya bangsa Eropa abad kesembilan. Mereka merayakan hari roh tiap tanggal 2 November dengan cara berjalan dari desa ke desa untuk mengumpulkan kue roh yang berupa roti dengan kismis. Semakin banyak kue yang mereka dapat akan semakin banyak juga do’a yang terkirim untuk  keluarga yang sudah meninggal dari si pemberi kue.

“ALL HALLOW WVW” DAN ADOPSI GEREJA

Tidak ada catatan mengapa perayaan kepercayaan paganisme (penyembah berhala) masuk ke dalam linkungan gereja dan diadopsi oleh gereja katolik. Sampai dengan abad ke-8 M, dalam daftar hari raya gereja katolik, tidak ada sama sekali perayaan untuk mengenang dan menghormati para santo (orang suci). sebab itu, pada abad ke-8 Masehi tersebut, gereja Kaolik akhirnya menetapkan pada tanggal 1 November sebagai hari raya untuk menghormati para santo dan santa (All Saints Day). maka mulailah tradisi bahwa misa yang diadakan pada hari itu disebut Alhallowmans, yang berarti mia kaum suci (dalam bahasa Inggris disebut Hallow)

Malam sebelumyan disebut All Hallows Eve, malam penyucian. Inilah cikal bakal Halloween dalam sejarah gereja. Memasuki abad ke 18, banyak warga asal eropa yang hijrah ke Amerika, kebudayaan ini terus mereka pertahankan dan berubah menjadi perayaan yang terus berkembang sampai sekarang.

Bagi anak-anak yang tak mengerti apa-apa, Holloween berarti kesempatan untuk memakai kostum dan mendapatkan permen, Bagi orang dewasa mungkin merupakan kesempatan untuk berpesta kostum. Bagi toko-toko ini merupakan ajang bisnis yang bagus untuk pemasaran atau promosi. singkat kata sungguh tak berbatas perayaan Holloween dari sekedar hura-hura hingga perhitungan matematis bisnin dengan segala keuntungan yang bisa diraih.

Termasuk dalam Golongan Jahiliyah orang Islam yang ikut-ikutan, latah merayakan hari Valentine, Natal, Tahun baru, April Mop dan lain sebagainya dengan alasan apapun entah “just for fun” hingga yang berkata demi toleransi dan plularisme-semua adalah kelompok jahiliyah, tak memandang yang bersikap itu seotrang kiai ataupun politisi.

Rasulullah SAW. Bersabda “Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk kelompok mereka(HR .Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu Umar)

19 Komentar leave one →
  1. namada permalink
    Oktober 31, 2008 10:41 am

    saia pernah membaca sejarah april mop, ternyata mengerikan😦 April Fool..

    nice info

  2. November 1, 2008 5:33 am

    sudah saatnya kita tunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim. itu adalah salah satu cara menangkal semakin menjalarnya budaya barat dalam tubuh remaja muslim sekarang ini.

    dan dengan keyakinan dan usaha semuanya insyaAllah akan terasa lebih mudah.

    salam persaudaraan!!!

  3. November 1, 2008 6:25 pm

    wah .. info yg menarik. Makasih mas … dan lagi mmg saya gk prnh ngerayain hari Hallowen. Wah ngeri e … kl mlm Jum’at itu apalagi…wedew ..😦

  4. November 2, 2008 3:29 am

    “Barangsiapa yang Meniru Suatu Kaum, maka Ia masuk Kelompok Mereka” .. Berarti kalo ada Orang Non Muslim pake “assalamu ‘alaikum Warakhmatullah Wabarakatuh” jadi anggota Kelompok Muslim Dong .. Hehe

  5. November 2, 2008 12:47 pm

    toleransi bukan berarti mencampuraduk dan ikut ikut tanpa tahu maknanya
    apalagi just vo vun
    walaaaah bablas
    tingkiyu mas

  6. November 2, 2008 1:53 pm

    sikap latah memang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kultur bangsa ini, mas muslim. mengadopsi budaya barat yang jelas2 kurang cocok dengan konteks keindonesiaan, bagi saya, merupakan perilaku yang sia2. *halah*

  7. November 2, 2008 3:35 pm

    latah bgt….Valentine jg tuch..hehe
    yg jls, g ada yg kalahih setan lokal…:mrgreen:

  8. November 3, 2008 9:22 am

    Halloween dan April Mop… hanya sebuah kegiatan “just For Fun” yang meracuni anak2 muda kita. Waspadalah🙂

  9. November 3, 2008 2:36 pm

    hallow… jangan ditiru tiru dong. ga kreatip nih. ramalan sy, 3 taun lagi halloween dah kayak valentine di indo. lebih takutnya lagi… ko kalo desember, banyak resto n mall yg nyuruh karyawannya pake topi santa klaus ya. dan topi itu emang keren. sekeren valentine dan halloween.

  10. November 4, 2008 4:00 am

    halowen ki opo to?

  11. November 4, 2008 10:26 am

    ^_^ Oo… gitu ya… Saya bener-bener baru tahu.

    Gak pernah dan gak bakalan niru…!

  12. Daiichi permalink
    November 8, 2008 1:35 am

    Ya jangan mau ikut-ikutan terus… padahal ga tau artinya dan ga berguna buat kita…. Banyak budaya nasional yang berbudaya..

  13. November 8, 2008 12:25 pm

    Wah, aku nggak pernah ngerayain Helloween nih.

  14. November 9, 2008 12:36 pm

    nice info, thanx,
    semoga kita semua terlindungi dari hal yang seperti ini.

  15. November 11, 2008 3:20 pm

    nice posting mas…

  16. November 12, 2008 2:01 am

    hmmm… saya ngerayain hari arwah ini selayaknya saja🙂 karena inilah kesempatan buat mengirim doa lewat misa buat ayah, kakek, nenek, dan semua leluhur secara bersama2…

  17. November 12, 2008 10:39 am

    Generasi muda kita dibombardir setiap hari dengan informasi-informasi dari dunia barat. Sehingga cenderung berperilaku meniru budaya sana. Entah bagaimana lagi caranya memfilter membanjirnya kebiasaan dunia barat ini ke sini. Nice info Mas.

  18. November 14, 2008 5:10 am

    kegiatan yang latah dan tanpa filtering yang sering di lakukan kita sebagai muslim atau sebagai yang muda kadang memang sama sekali tak mendasar dari sisi mana hal tersebut di adopsi dan untuk kepentingan apa kadang tak banyak tahu asla asalan aja biar teren gitu ya
    salut atas kepekaan di dalam postingan ini

  19. abie permalink
    Desember 18, 2008 7:07 am

    sebenarnya budaya luar itu yg ga bs dibendung,,,tp klo filternya ada dr keluarga, tradisi2 kaya gitu ya bisa dihandle,,,hehe,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: