Skip to content

Dirimu dan Rahasia Keunikan

November 28, 2008

seperti jiga Qais, setiap kita lahir dengan keunikan yang berbeda. Tidak harus luar biasa semuanya. Sebab sebenarnya menjadi unik itu saja sudah cukup luar biasa”

Namanya Qais bin Saad bin Ubadah. Ia putra pemimpin suku Khazraj yang bersama Saad bin Ubadah telah menjadi pemimpin, meskipun usianya masih muda. Qais seorang yang cerdik dan cemerlang otaknya. Ia berkata tentang dirinya “jika bukan karena Islam, niscaya aku akan membuat suatu rencana dan makar yang tidak mampu dihadapi oleh orang Arab. “ Ia memiliki banyak ide dan taktik, Ia sangat pemurah lagi baik hati dan dermawan. Qais meninggal sebagai Zuhud, sekalipun ia kaya raya, takwa, dan banyak membelanjakan hartanya di jalan Allah. Dialah sahabat yang pernah berkata : ‘“Sekiranya aku tidak mendengar Rasulullah SAW. Bersabda bahwa makar dan tipu daya itu akanberada dalam neraka niscaya aku menjadi orang yang paling ahli membuat makar dari umat ini;”

Melihat potret kehidupan Qais ada satu hal perlu di garis bawahi, Qais hidup dengan keunikannya yang khas: bahwa dia adalah seorang ahli strategi yang handal dan sangat kaya ide. Keunikan itulah yang kemudian dia gunakan untuk memimpin, Itu pula yang memberinya argumentasi untuk memilih menjadi seorang dermawan. Tapi yang lebih penting dari itu, adalah keunikan itu sendiri tidak memberi apa-apa, ketika ia tidak mengantarkan pemilik-nya untuk memilih jalan hidup yang sah di mata Allah.

Seperti juga Qais setiap dari kita lahir dengan sebuah keunikan yang berbeda. Tidak harus luar bias a semuanya karena menjadi unik itu sendiri sejatinya sudah sangat luar biasa, itu smacam watak dasar, bakat bawaan, atau juga kecenderungan khusus yang masing-masing dari kita memilikinya berbeda-beda. di sanalah bibit keunikan itu bersemayam. Selebihnya tinggal bagaimana kita untuk merawatnya, menyemainya secara baik, menumbuh suburkannya agar menjadi perangai yang utama yang terbaik dan perilaku dominan yang mulia. Seperti juga Umar wataknya yang keras di masa sebelum Islam, menjadi keunikannya tersendiri setelah masuk Islam. Maka keunikan adalah harga. Yang dengannya kita membeli banayak pilihan hidup. tetapi lebih jauh, keunikan itu harus menjadi harga yang dengannya kita memohon surhga Allah SWT.

Maka terlahir dengan wayak keras tidak selalu salah. Terlahir dengan bawaan lemah lembut tidak selamnya keliru. Tumbuh menjadi orang yang berjiwa besar, haus prestasi, dan cinta keindahan tidak sepenuhnya salah. Asal, semua itu mampu mengantarkan pemiliknya untuk memilih jalan hidup yang benar. Begitulah seterusnya Setiap kita lahir dengan keunikan masing-masing. Setiap diri kita lahir dengan kelebihan masing-masing. Tidak ada orang yang hidup kecuali ia telah memiliki kelebihan masing-masing. Keterbatasan justru memberi kita perbedaan. Manusia ada yang hebat, ada yang biasa-biasa saja, tapi masing-masing adalah keunikan , sebab menjadi unik tidak harus hebat. Meski sejatinya menjadi unik adalah kehebatan alami tersendiri.

Dalam Bahasa Al-Qur’an, Tiap-tiap orang berbuat menurut keadannya masing-masing. Maka Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra :84). Ibnu Katsir menjelaskan, adapun maknanya, Bahwa setiap orang berbuat sesuai apa yang ad pada dirinya (aslinya) dan akhlaknya yang telah ia biasakan. Dan ini adalah celaan bagi orang kafir dan pujian bagi orang beriman.

Setiap kita lahir dengan keunikan, maka siapapun kita besarlah dengan keunikan itu. tapi kadang orang yang besar dengan keunikan merasakan sepi. Pada saat itu ia harus menekuni keunikan menjadi sebuah keahlian. Sebab hanya sedikit orang yang benar-benar ahli. Tapi ia tau bagaimana menyemangati jiwanya. Dan disaat keunikan menjadi keahlian dan kepakaran, seorang muslim mempunyai modal lebih untuk memohon surga Allah yang maha luas. Alangkah maha pengasihnya Allah, yang memberi kita keunikan beda. Tetapi sudahkah kita mengerti apa keunikan diri kita?

Diambil dari : http://adamp1.wordpress.com

3 Komentar leave one →
  1. November 30, 2008 7:48 am

    Keunikan sassie apa ya? Kalau sie sih cuma pengen jadi temen yang baik buat semua orang udah cukup buat sie bahagia.
    Nyambung gak sih hi hi..
    Salam kenal terima kasih sudah berkunjung🙂

  2. November 30, 2008 11:11 am

    hmm….ternyata sama isinyah…. 😛

  3. Desember 3, 2008 12:16 am

    Betapa beruntungnya orang yang dapat menemukan keunikan dirinya. Lebih beruntung lagi orang tahu betul cara menggunakan keunikan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: